Cara Mengukur Resistor Dengan Multimeter Digital

Cara Mengukur Resistor Dengan Multimeter Digital – Liputan6.com, Jakarta Penting untuk mengetahui fungsi multimeter digital ini. Multimeter digital merupakan salah satu jenis multimeter, salah satunya adalah multimeter digital. Ada dua jenis multimeter, tentunya masing-masing multimeter memiliki fungsi yang berbeda-beda, salah satunya adalah fungsi dari multimeter digital.

Multimeter adalah alat ukur yang umum digunakan dalam industri elektronik. Multimeter ini adalah alat yang sangat populer di sirkuit elektronik. Multimeter ini mendukung akurasi daya tinggi. Salah satu jenis multimeter yang perlu anda ketahui tentang fungsi dari multimeter digital ini adalah multimeter digital.

Cara Mengukur Resistor Dengan Multimeter Digital

Multimeter adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur tegangan, hambatan, dan arus listrik. Hal ini dapat digunakan untuk mengukur suhu, frekuensi, dll dalam pengembangan.

Resistor Variabel: Pengertian, Jenis, Fungsi, Dan Simbol

Untuk setiap jenis multimeter perlu diketahui fungsinya agar tidak terjadi kesalahan, salah satunya adalah fungsi dari multimeter digital ini.

* Kebenaran atau penipuan? Untuk memverifikasi kebenaran informasi yang dibagikan, kirimkan WhatsApp ke Liputan6.com cek fakta nomor 0811 9787 670 cukup dengan memasukkan kata kunci yang Anda inginkan.

Sebelum mempelajari fungsi multimeter dan fungsi multimeter digital, penting untuk terlebih dahulu memahami pengertian multimeter. Singkatnya, multimeter dapat diartikan sebagai alat untuk mengukur masalah kelistrikan. Populer di sirkuit elektronik, perangkat ini dapat mengukur tegangan, resistansi, dan arus dalam sirkuit elektronik.

Multimeter, sering disebut sebagai multitester, adalah salah satu alat penting bagi para profesional elektronik. Multimeter adalah kombinasi dari beberapa alat ukur elektronik yang dikemas dalam satu paket.

Plusivo Multimeter Digital Dengan Probe Untuk Mengukur Tegangan, Resistansi, Arus, Kontinuitas Dan Dioda Multi Tester|meteran Multi Fungsi|

Kita bisa mengukur arus dengan multimeter untuk melihat apakah ada masalah atau tidak. Tentu saja jika ada masalah, kita bisa segera memperbaikinya untuk mencegah korsleting listrik atau kebakaran.

Hanya satu. Alat ukur ini terdiri dari dua jenis yaitu multimeter analog dan multimeter digital. Secara umum fungsi dari multimeter ini adalah untuk menentukan tegangan listrik, hambatan dan arus listrik. Namun, fungsi multimeter digital dan analog berbeda, meskipun tidak jelas.

Multimeter analog adalah jenis multimeter yang menggunakan tampilan meteran tipe panah. Oleh karena itu, untuk membaca hasil pengukuran, Anda perlu melihat posisi penunjuk pada meteran dan posisi selektor pada posisi batas pengukuran, kemudian melakukan perhitungan manual untuk mendapatkan hasil pengukuran. Masih kondisi atau proses pembacaan hasil pengukuran yang disimpan secara manual disebut dengan multimeter analog untuk jenis multimeter atau multimeter ini.

Multimeter digital atau multitester digital adalah jenis multimeter yang menggunakan tampilan digital untuk menampilkan hasil pengukuran. Hasil pengukuran yang ditampilkan pada multimeter digital adalah hasil yang sesuai, sehingga tidak perlu melakukan perhitungan tambahan antara hasil pengukuran dengan batas pengukuran.

Multimeter Analog Dan Keunggulannya

Multimeter digital sering digunakan karena sangat sederhana dan akurat. Hasil pengukuran dapat dengan mudah dibaca pada layar digital tercetak. Nama lain dari multimeter jenis ini adalah DVOM (Digital Volt Ohm Meter) atau DMM (Digital Multimeter). Selain dapat mengukur tegangan, hambatan dan arus, meteran ini juga dapat mengukur transistor Hfe jenis tertentu.

Secara umum, fungsi multimeter analog dan digital serupa. Perbedaan multimeter analog dan multimeter digital adalah terdapat dua jenis multimeter yaitu multimeter analog dan multimeter digital. Saat mengukur dengan multimeter analog, perhitungan harus dilakukan secara manual. Multimeter digital tidak perlu melakukan perhitungan tambahan, karena hasil perhitungan secara otomatis ditampilkan pada layar multimeter digital.

Fungsi multimeter digital dan analog yang pertama adalah untuk mengukur arus listrik. Meteran ini memiliki dua jenis ampere, yaitu arus searah (direct current) dan arus bolak-balik (alternating current).

Pada fungsi amperemeter ini, sakelar pemilih bertindak sebagai batas pengukuran maksimum, sehingga arus terukur harus diprediksi di bawah batas pengukuran multimeter yang digunakan. Hal ini untuk menghindari kerusakan pada multimeter.

Cara Menggunakan Multimeter/multitester

Fungsi multimeter digital dan analog selanjutnya adalah untuk mengukur tegangan listrik. Sebagai aturan, setiap multimeter memiliki selektor yang menentukan batas pengukuran maksimum. Oleh karena itu, tegangan maksimum suatu rangkaian listrik dapat diprediksi.

Fungsi multimeter digital dan analog selanjutnya adalah kemampuan untuk mengukur hambatan listrik. Pada fungsi ini saklar selektor pada multimeter analog berfungsi sebagai pengali, sedangkan saklar selektor pada multimeter digital berfungsi sebagai ukuran hambatan maksimum yang dapat dihitung oleh multimeter.

Hfe meter tidak selalu disertakan pada setiap multimeter, fungsi Hfe meter digunakan untuk menentukan nilai gain suatu transistor. Dengan fungsi ini Anda dapat menggunakan multimeter dengan fungsi Hfe meter untuk mengukur gain transistor NPN dan PNP.

Fungsi multimeter digital dan analog selanjutnya adalah untuk mengukur nilai kapasitansi. Multimeter dapat mengukur nilai kapasitansi kapasitor. Pengukuran ini dapat dilakukan dengan menggunakan tipe digital atau analog.

Multitester: Pengertian, Fungsi Bagian, Cara Menggunakan

Multimeter analog sudah memiliki fungsi pengukuran kapasitif, saklar pemilih bertindak sebagai pengali atau multiplier dari nilai yang ditunjukkan oleh jarum meter. Dalam multimeter digital dengan fungsi pengukuran kapasitansi, sakelar pemilih bertindak sebagai batas pengukuran maksimum.

Fungsi multimeter digital dan analog selanjutnya adalah untuk mengukur frekuensi sinyal. Parameter frekuensi hanya tersedia pada beberapa jenis DMM. Fungsi frekuensi meter ini digunakan untuk menentukan frekuensi sinyal dalam suatu rangkaian elektronika.

Setelah mempelajari fungsi multimeter digital dan analog, pahami spesifikasi multimeter. Bagian-bagian dari multimeter ini harus dipahami agar mudah dipahami saat melakukan pengukuran.

Tombol ini digunakan untuk mengatur penunjuk meter ke posisi nol atau kosong, terutama untuk satuan ohm.

How To Test A Mosfet Transistor

Saklar ini digunakan untuk memilih posisi pengukuran dan batas pengukuran. Biasanya, meteran ini memiliki 4 pengaturan tambahan yaitu resistansi (ohm), pengukuran arus searah (amp), tegangan searah (volt) dan arus bolak-balik (volt).

Lubang terminal berfungsi sebagai tempat memasukkan kabel tes positif (+) merah dan kabel tes hitam negatif (–).

Fungsi multimeter digital dan analog sedikit berbeda. Cara Anda menggunakan kedua jenis multimeter ini juga tidak jauh berbeda:

1. Perhatikan indikator yang menunjukkan skala pengukuran. Sebelum melakukan pengukuran, pastikan jarum dalam posisi kosong atau nol.

Jual Multi Tester Digital Masda Dt830d Ada Buzzer/ Digital Multimeter

2. Perhatikan juga pengaturan knob atau switch yang digunakan untuk mengatur pengukuran amp, voltase atau ohm. Kemudian lakukan pengaturan pada skala x1, x10 atau lainnya. Pastikan pegangan dalam posisi “mati” saat tidak digunakan.

3. Tentukan lubang penyisipan kabel socket sesuai dengan fungsi yang diinginkan. Terdapat dua lubang (+) dan (-) yang menunjukkan polaritas tegangan atau probe. Resistor adalah suatu komponen elektronika yang mempunyai sifat membatasi/menahan arus listrik yang mengalir pada komponen elektronik tersebut. , sehingga arus besar mengalir di inlet. terminal akan lebih kecil dari arus keluaran.

Karena ada perbedaan arus keluaran, tegangan pada terminal resistor berubah. Resistor banyak digunakan di berbagai perangkat elektronik, meskipun bentuknya berbeda. Dalam kehidupan sehari-hari, sifat-sifat yang berlawanan ditemukan dalam segala hal, bahkan dalam hal-hal yang memiliki sifat-sifat jalan. Semakin tinggi hambatan suatu benda, semakin sulit listrik mengalir. Semakin tinggi hambatan suatu benda, semakin dekat benda tersebut dengan sifat-sifatnya, dan sebaliknya, semakin rendah hambatan suatu benda, semakin dekat benda tersebut dengan sifat pengendalinya. Ada juga beberapa perangkat elektronik yang menggunakan hambatan suatu benda untuk menghasilkan panas atau cahaya. Misalnya, baja / pelat baja bantalan, baja / baja bantalan adalah bahan yang cukup tahan, tetapi dipaksa untuk melewati listrik dengan kecepatan tinggi. Arus yang dipaksa melalui konduktor dengan resistansi tinggi menghasilkan panas karena arus (elektron yang mengalir) berputar melintasi molekul material.

Dalam perangkat elektronik, resistor biasanya digunakan untuk memisahkan arus dan tegangan. Untuk menentukan hambatan suatu resistor, biasanya kita membutuhkan alat ukur yang disebut ohmmeter. Alat ukur lain yang sering digunakan para insinyur adalah multimeter.

Bagaimana Cara Mengetahui Kontinuitas Sebuah Kabel?

Multimeter adalah alat ukur multi fungsi, dapat digunakan untuk mengukur arus, tegangan dan hambatan secara umum. Saat ini terdapat dua jenis multimeter, yang pertama adalah multimeter analog dan multimeter digital. Multimeter analog dibaca menggunakan pointer dan skala, multimeter digital lebih mudah dibaca karena sudah terdapat tampilan berupa angka.

Pada artikel ini, kita akan berbicara tentang cara mengukur resistansi resistor (Ohm, diwakili oleh simbol ) dengan multimeter analog. Bagian terpenting dari tahanan baca dengan multimeter adalah:

Pemilihan multiplier pada multimeter didasarkan pada nilai hambatan yang diukur dengan membaca pelat warna. Jika resistansi resistor adalah 330000 = 330 kΩ berdasarkan pembacaan pelat warna. Untuk ini, resistansi yang sama dengan x 1K dipilih.

Diketahui indikator belum menunjukkan angka nol skala sesuai hasil kesatuan titik pemeriksaan. Untuk melakukan ini, kita perlu menyesuaikan dengan memutar kenop Adj hingga penunjuk menunjuk ke nol.

Cara Menggunakan Multimeter

Pada gambar di atas, hasilnya menunjukkan 450. Untuk mendapatkan hasilnya, hasil perintah dikalikan dengan pengali (1K).

Dari tabel di atas diketahui bahwa resistor mengalami kerusakan. Pasalnya, dengan melihat bilah warna, nilai hasil pengukuran tidak berada dalam rentang toleransi bawah (326700) dan rentang toleransi atas (333300).

Saya seorang guru di SMK Kristen 5 Klaten, sebuah sekolah swasta. Saya memiliki seorang istri bernama Nathalie Putri dan seorang putra bernama Nuklia Dhyan Nagari Putri Nugroha. Saya berdomisili di sebuah kota di Jawa Tengah, Kabupaten Klaten, dan beralamat Perum Graya Husada Permai Blok D3, RW 10 RT 01, Kec Klaten Selatan, California Klaten, 57424 Pengertian Multimeter – Multimeter adalah alat penguji kelistrikan, dengan kata lain sebuah AVO (ampere-volt-ohm) meter dan multimeter.

Cara mengukur resistor smd dengan multimeter analog, mengukur dioda dengan multimeter digital, mengukur resistor dengan multimeter digital, cara mengukur resistor smd dengan multimeter, cara mengukur resistor menggunakan multimeter digital, cara mengukur resistor dengan multimeter, mengukur resistor dengan multimeter analog, mengukur resistor dengan multimeter, cara mengukur resistor menggunakan multimeter, cara mengukur kapasitor milar dengan multimeter digital, cara mengukur resistor smd dengan multimeter digital, cara mengukur resistor dengan multimeter analog

Leave a Comment